
PLOSO, WONOAYU, SIDOARJO — Pemerintah Desa Ploso, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menggelar acara Ruwatan Desa pada Jumat, 28 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan tersebut diisi dengan pagelaran wayang kulit yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan budaya tersebut berlangsung sebagai bagian dari tradisi masyarakat desa sekaligus menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, kebersamaan, dan kepedulian warga terhadap pelestarian budaya Jawa.
Acara tersebut juga dihadiri langsung oleh Kepala Desa Ploso, Bapak Nur Sutajib, bersama masyarakat Desa Ploso. Kehadiran kepala desa dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Desa Ploso terhadap kegiatan kebudayaan dan tradisi masyarakat yang telah menjadi bagian dari kehidupan sosial warga.
Ruwatan Desa sebagai Tradisi dan Ungkapan Syukur
Ruwatan desa merupakan salah satu tradisi masyarakat Jawa yang secara umum dilaksanakan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur serta doa bersama untuk memohon keselamatan, ketenteraman, dan kebaikan bagi masyarakat maupun lingkungan desa.
Bagi masyarakat Desa Ploso, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda kebudayaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berkumpul dan membangun hubungan sosial yang semakin erat. Warga dari berbagai kalangan dapat hadir dan menikmati rangkaian acara dalam suasana kebersamaan.
Nilai-nilai gotong royong, guyub rukun, serta penghormatan terhadap warisan budaya menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Pagelaran Wayang Dimulai Pukul 20.00 WIB
Sebagai salah satu acara utama, pagelaran wayang dimulai pada pukul 20.00 WIB dan berlangsung hingga selesai. Seni pertunjukan wayang menjadi bagian penting dalam tradisi masyarakat Jawa karena tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menyampaikan berbagai pesan moral dan nilai kehidupan.
Melalui cerita, karakter, serta dialog dalam pertunjukan wayang, masyarakat dapat menikmati hiburan sekaligus mengambil berbagai pelajaran mengenai kehidupan, tanggung jawab, kepemimpinan, persaudaraan, serta pentingnya menjaga hubungan baik antarsesama.
Pagelaran tersebut juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat kesenian tradisional Jawa yang merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat.
Kepala Desa Ploso Hadir Langsung
Kepala Desa Ploso, Nur Sutajib, hadir secara langsung dalam pelaksanaan Ruwatan Desa. Kehadiran pimpinan desa bersama masyarakat menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan warga dalam menjaga keberlangsungan kegiatan sosial serta kebudayaan di tingkat desa.

Kegiatan seperti ini juga dapat menjadi sarana untuk membangun komunikasi dan kedekatan antara pemerintah desa dengan masyarakat. Kebersamaan yang terbangun diharapkan dapat terus dipelihara dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Menjaga Warisan Budaya di Tengah Perkembangan Zaman
Pelaksanaan Ruwatan Desa Ploso menjadi salah satu bentuk nyata upaya masyarakat dalam mempertahankan tradisi lokal di tengah perkembangan zaman.
Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberadaan budaya daerah agar tidak kehilangan tempat di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi. Dengan tetap menghadirkan kesenian tradisional dalam kegiatan desa, masyarakat secara tidak langsung turut memperkenalkan dan mewariskan budaya tersebut kepada generasi berikutnya.
Selain sebagai kegiatan budaya, pagelaran wayang juga dapat menjadi sarana hiburan masyarakat sekaligus ruang pertemuan warga untuk saling bersilaturahmi.
Momentum Memperkuat Guyub Rukun
Ruwatan Desa Ploso pada 28 Agustus 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat guyub rukun, gotong royong, persatuan, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Dengan adanya dukungan pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta partisipasi warga, tradisi seperti Ruwatan Desa dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya yang menjadi ciri khas masyarakat Jawa.
Pagelaran wayang yang berlangsung mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai pun menjadi penutup sekaligus bagian penting dari rangkaian kegiatan, menghadirkan suasana kebersamaan dan hiburan bagi masyarakat yang hadir.
Ruwatan Desa Ploso 2026 pada akhirnya menjadi gambaran bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan kehidupan bermasyarakat. Tradisi tetap dijaga, silaturahmi diperkuat, dan nilai kebersamaan terus diwariskan kepada generasi penerus.
(Eko.D.S)